Pedagang Kaki Lima Yang Jujur

Semakin banyak sekarang ini orang mengambil keuntungan dari usaha nya dengan cara berbohong, sangat jarang pedagang kaki lima yang jujur. Namun saya selalu diajarkan oleh leluhur kami sebelumnya nan juga saudagar kaya raya, berjaya di tahun 1940’an. Mereka selalu memegang keyakinan, kalau berdagang haruslah ada kejujuran, maka rejeki bakal datang dengan mudah.

Suatu saat ketika seorang wisatawan datang ke toko kami untuk mencari sebuah barang, namun apa yang dia cari tidak tersedia di wadah kami. Sehingga kami menyuruhkan untuk pergi ke toko disamping, karena memang barang yang dia cari itu berada di toko sebelah. Meski pun produk sama namun kami kualitas berbeda, aku tidak mau wisatawan ini merasa kecewa nantinya kalau tidak sesuai dengan hasil nan dia dapatkan.

Mungkin melihat kejujuran ini dia merasa kagum, sebab dia juga merupakan seorang pembisnis dalam dunia perdagangan. Hingga akhirnya mengajak saya buat bekerjasama membangun sebuah pusat jualan lebih besar di Yogyakarta.

Pedagang Kaki Lima Yang Jujur & Sukses

Pedagang Kaki Lima Yang Jujur

Bermodalkan kejujuran dan bertemu dengan seorang pengusaha dari Australia, akhirnya aku memiliki cabang pusat berdagang terbesar di Yogyakarta. Memakai nama dari toko aku sebelumnya, wisatawan itu mempercayakan saya buat mengembangkan usaha tersebut dengan sokongan dana  besar yg dia berikan seharga 5 milyar. Selama 7 tahun perkembangan usaha perdagangan tersebut berkembang dengan baik.

Karena sudah berkembang pesat hingga menjadikan aku dan wisatawan tersebut menjadi sukses, kami merekrut beberapa karyawan baru. Kami menerapkan persyaratan utama dalam pekerjaan ini adalah kejujuran terhadap untuk pelanggan & perusahaan (jangan sampai melakukan korupsi. Dengan konsekuensi penjara & dipecat jika sampai melakukan penipuan terhadap perusahaan & komsumen yang datang kepusat perbelanjaan tersebut.

Dengan berjalannya sistem tersebut, keramaian setiap harinya menyelimuti lokasi perdagangan disana. Benar kata nenek moyang / buyut saya, kunci utama dari pedagang adalah kejujuran serta mendapatkan kepercayaan dari pembelinya. Hal ini juga yang membuat nenek saya pernah berjaya di tahun era 1940’an, jauh sebelum diriku lahir kedunia perdagangan ini.